Setan menyerang keluarga kita, mana mungkin .....

Setan menyerang keluarga kita, mana mungkin .....
Waspadalah dari ancaman setan yang menyerang keluarga kita , berikut ini adala arikel yang dapat, menyejukan iman kita agar selalu waspada terhadap serangan setan.

I. Pendahuluan

Dari mulanya Allah rancangkan keluarga untuk berbahagia (Kej. 2:18); Allah kemudian memberkati keluarga tersebut agar memenuhi bumi dan berkuasa (Kej. 1:18); Namun dari awalnya setan mencoba mengganggu kebahagiaan rumah tangga tersebut dengan tawaran dosa (Kej. 3:1) sehingga setelah manusia jatuh dalam dosa mulai terjadi saling menyalahkan (Kej. 3:12) bahkan kemudian terjadi pembunuhan dan kekerasan dalam keluarga (Kej. 4:8). Namun Allah tetap pada prinsipnya, bahwa Allah benci perceraian (Maleakhi 2:16) bahkan apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia (Mat. 19:6).

II. Mengapa setan senang menyerang keluarga.

1. Karena keluarga bahagia adalah tempat lahirnya tentara-tentara Allah.
2. Karena keluarga bahagia adalah tempat pencurahan berkat-berkat Allah.
3. Karena keluarga bahagia adalah tempat kerajaan Allah ditegakkan di bumi.
4. Karena keluarga bahagia mempersempit gerak iblis di muka bumi.

III. Bagaimana setan menyerang keluarga.

1. Menghancurkan nilai-nilai pacaran yang benar.
2. Mendatangkan ketidaksetiaan.
3. Menaruh kebencian dalam perbedaan.
4. Mendatangkan keputusasaan di tengah masalah.


IV. Penutup

Setan ingin memakai apapun dan siapapun dengan tujuan untuk menghancurkan keluarga-keluarga, khususnya keluarga-keluarga orang-orang percaya. Namun biarlah kita senantiasa mengingat bahwa Allah sudah menyiapkan bagi kita keluarga yang bahagia. Biarlah kita senantiasa bekerja keras membangun keluarga yang bahagia dengan kasih dan kuasa Kristus. Sambil menghancurkan setiap kerja kegelapan atas keluarga kita sambil mengingat firman Tuhan, jangan beri kesempatan kepada iblis (Efesus 4:27).


Mengatasi masalah Perselingkuhan

Mengatasi masalah Perselingkuhan
Mengatasi masalah Perselingkuhan berdasarkan pada Alkitab, Mungkin masalah ini menimpa anda atau rekan atau saudara anda mengalaminya,........mudah - mudahan artikel ini dapat berguna untuk mengatasi masalah perselingkuhan ini dan percayalah KUASA KRISTUS LEBIH BESAR DARI MASALAH ANDA.

Maleakhi 2:15-16

Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Sebab Aku membenci perceraian, firman Tuhan, Allah Israel – juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman Tuhan semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

I. Definisi.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, selingkuh berarti tidak jujur, curang atau korup.

Namun dalam kehidupan masyarakat pengertiannya telah berkembang dan terfokus menjadi ketidaksetiaan seorang suami atau istri terhadap pasangannya sehingga cinta terbagi atau berpaling kepada orang lain.


II. Penyebab perselingkuhan.

A.

Dari Dalam.

1. Ketidakmampuan mengontrol hawa nafsu daging.
2. Memandang pasangan selalu dari sisi negatif.
3. Memiliki “dunia khayal” tentang kesempurnaan pasangan.
4. Tidak sadar akan jerat iblis.
5. Tidak jujur dengan diri sendiri.

B. Dari Luar.
1. Menganggap perselingkuhan sebagai sesuatu yang wajar.
2. Adanya bujukan-bujukan.
3. Budaya & tontonan-tontonan yang memang mendukung.
4. Situasi & kondisi yang mendukung (yang membuat mereka selalu bersama dapat juga pertemuan dengan bekas pacar atau teman lama atau teman senasib.

III. Bahaya Perselingkuhan.

Perselingkuhan adalah sebuah kesalahan bahkan kejahatan serta dosa yang seringkali tidak disadari sehingga pelaku selalu berkata dan perbikir pada awalnya, “ah saya sih tidak akan selingkuh” atau “Saya sih tidak akan terlalu dekat koq.” Namun setiap perselingkuhan seperti orang yang naik tangga 3 tingkat lalu naik lift (tidak sadar lagi), akhir-akhirnya hanya kehancuran keluarga.


IV. Ciri-ciri pasangan berselingkuh.

1. Adanya perubahan-perubahan sikap.
2. Dingin terhadap pasangan.
3. Perubahan perilaku sexual.
4. Menjadi orang yang “emosinya berubah” (Bisa marah terus atau baik banget).
5. Seringkali tidak jujur.
6. Menjadi tertutup dalam banyak hal.
7. Banyak misteri dalam keuangan.

V. Sikap menghadapi perselingkuhan.

Sadari dan camkanlah! Amarah tidak akan pernah menyelesaikan masalah perselingkuhan!

1. Jangan terlalu bersandar pada “Apa kata orang.”
2. Berusahalah mendapat informasi sebanyak-banyaknya.
3. Tetap tenang dan kuasai diri, kasihanilah pasangan Anda yang sedang “terikat & terjerat.”
4. Berdialoglah dengan bahasa yang tepat pada waktu yang tepat dengan cara yang tepat.
5. Terbukalah untuk sebuah kritik dan perubahan.

VI. Penutup.

Ingatlah selalu ada jalan keluar jika kita mau berdialog dengan kasih dan keterbukaan.

Sumber : GL Ministry/Artikel/Periode 2000-2001

Sang Pejuang Iman pribumi Kiai Sadrach

Sang Pejuang Iman pribumi Kiai Sadrach
Siapa Kiai Sadrach Sang Pejuang Iman itu ? ..........................

Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengenalnya siapa Kiai Sadrach itu, nah tidak ada salahnya bila kita dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-62. kita juga mengenang para pejuang iman yang merupakan putera terbaik Ibu Pertiwi sendiri. Kalau selama ini para misionaris identik dengan bangsa Eropa, kita ternyata memiliki sosok Kiai Sadrach. Anda belum pernah mendengar nama ini? Beliau adalah salah satu pelopor kekristenan di tanah Jawa.

Ajaran Kiai Sadrach mengundang kontroversi khususnya di kalangan gereja Belanda. Namun upayanya untuk memperkenalkan Kristus kepada bangsanya tidak perlu diragukan. Apa yang bisa kita pelajari dari sosok sederhana ini?

Suatu hari, seorang pria Jawa sederhana yang masih berusia 35 tahun dan baru saja menjadi Kristen mendengar suara yang memerintahkannya untuk meninggalkan tanah yang telah digarapnya. Ia begitu berduka. Sesudah membuka hutan di Bondo dengan susah payah, ternyata ia harus meninggalkan hasil jerih payahnya. Tetapi ia merasa harus mengikuti perintah itu. Ketika berangkat, beberapa kali ia menoleh dan melihat apa yang harus ditinggalkannya dan menangis...

Pertemuan dengan Kristus
Pria itu berangkat ke Purworejo. Kelak ia menjadi "rasul" yang mencatat sejarah kekristenan di tanah Jawa, meskipun dengan silang pendapat penuh kontroversi. Ia telah menjangkau banyak jiwa, jauh melebihi prestasi para misionaris Belanda. Tetapi ia juga dituduh sebagai sumber sinkretisme antara nilai Kristen dan kejawen (ritual tradisi Jawa). Bagi orang Jawa, ia seperti guru bahkan ada yang menganggapnya Ratu Adil di tanah Jawa. Sedangkan bagi para misionaris, dia adalah kiai Jawa yang ambisius dan gila hormat. Ya... dia adalah Kiai Sadrach.Radin. Itulah nama sebenarnya Sadrach. Terlahir sekitar tahun 1835 sebagai anak petani miskin di Kawedanan Jepara (mungkin di Demak), bagian utara Jawa Tengah.

Radin kecil pernah hidup mengemis. Hingga ada keluarga Muslim kaya, yang mengangkatnya anak dan membesarkannya menurut tradisi Islam Jawa. Radin pun mendapat pendidikan di sekolah agama, disamping ngenger (mengabdi) pada keluarga tersebut. Tampaknya Radin memang tertarik dengan hal-hal spiritual sehingga banyak melakukan ziarah spiritual un-tuk meningkatkan ilmunya. Di Semarang, ia belajar pada seorang guru ngelmu bernama Kurmen atau Sis Kanoman. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya dari pesantren ke pesantren. Dalam hal kemampuan spiritual, Radin bukanlah orang sembarangan. Ia mampu mengaji, menulis pegon (bahasa Jawa yang ditulis dengan aksara Arab yang diadaptasikan dengan fonetik Jawa) serta membaca dan menulis dengan aksara Jawa. Nama "Abas" yang berbau Arab pun ditambahkan di belakang namanya sebagai tanda bahwa Radin Abas bukan orang biasa. Ia memang guru ngelmu yang patut disegani. Tetapi tingginya ngelmu tiada sebanding dengan kuasa Kristus.

Pertemuannya dengan bekas gurunya, Pak Kurmen menjadi titik balik sejarah imannya. Pak Kurmen ternyata telah menjadi milik Kristus melalui penginjilan Kiai Kristen Tunggul Wulung. Pak Kurmen memperkenalkan Radin Abas kepada Tunggul Wulung dan Radin Abas pun tunduk menyerah kepada 'ilmu yang tertinggi' ini. Tunggul Wulung membawa Radin Abas ke Batavia untuk menemui Mr. Anthing, pejabat tinggi Belanda (wakil Mahkamah Agung). Di sana Radin Abas mendapat pengajaran tentang kekristenan selama dua tahun. Pada 14 April 1867, Radin Abas dibaptis oleh Pendeta Ader. Sang guru ngelmu telah tunduk di bawah kuasa Kristus dan berganti nama Sadrach.

Rasul Pribumi
Sadrach sempat tinggal di sebuah desa Kristen baru bernama Bondo. Desa ini dibuka oleh Tunggul Wulung. Sadrach bersama Sis Kanoman mengelola desa tersebut karena ditinggal berdakwah oleh Tunggul Wulung untuk mencari pengikut yang mau tinggal di desa baru tersebut. Namun sekembalinya Tunggul Wulung, Sadrach mendengar suara "panggilan" Tuhan untuk pergi dan menyerahkan segala hasil jerih payahnya kepada Tunggul Wulung. Ia pergi ke Purworejo dan diterima oleh keluarga Philips.

Bagaikan Rasul Paulus yang bertobat dan mempersembahkan segenap kemampuannya, Sadrach pun menggunakan kemampuan dan pengalamannya untuk mewartakan kerajaan-Nya. Pengetahuan Sadrach jauh melebihi yang dimiliki orang-orang Jawa pada masa itu. Ia menguasai tiga bahasa yaitu Jawa, Melayu, dan Arab. Ia juga dapat menulis dalam empat aksara yakni Jawa, Arab, pegon, dan Latin. Selain mempelajari dua agama, Islam dan Kristen, Sadrach juga ngelmu Jawa. Pengalamannya pun cukup luas. Ia telah mengelilingi Pulau Jawa melihat berbagai desa Kristen sebagai model dan dekat dengan orang-orang besar Eropa seperti Anthing, wakil Mahkamah Agung. Kini saatnya Sadrach mempersembahkan segala kemampuannya bagi Tuhan untuk mewartakan Injil, "Ilmu yang Tertinggi".

Sadrach menunjukkan tugasnya sebagai "rasul" dengan memilih tinggal di Karangyoso, yang oleh penduduk sekitar dianggap angker dan dihuni oleh roh-roh jahat. Sadrach secara tidak langsung telah memperlihatkan kepada penduduk bahwa "ilmu baru" sang kiai telah mengalahkan setan, hantu, dan jin. Selain itu Sadrach selalu berjalan mengunjungi guru-guru (kiai) yang terkemuka di daerah itu serta berusaha meyakinkan mereka akan kepercayaan Kristen. Banyak guru beserta seluruh muridnya menyerah kalah melawan "ilmu" Kiai Sadrach. Mereka bersedia bertobat dan mau belajar tentang "ilmu" ini. Murid-murid baru tersebut kemudian dibawa oleh Sadrach kepada Nyonya Philips untuk mendapat pelajaran agama Kristen (Pengakuan Iman, Doa Bapa Kami, Sepuluh Perintah Allah) lebih mendalam dan dibaptis oleh pendeta dari Gereja Protestan (Indische Kerk). Sadrach sendiri tidak pernah membaptis orang dan memimpin sakramen. Ia hanya menjadikan mereka pengikut Kristus kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada Nyonya Philips.

Melalui Sadrach gerakan kekris-tenan mengalami kemajuan luar biasa, bahkan melebihi usaha para misionaris. Lambat laun jumlah orang Kristen Jawa telah melampaui orang Kristen Belanda di Gereja Purworejo. Sayangnya, kerenggangan sentimen ras mulai timbul. Antipati masyarakat Belanda terhadap orang Kristen Jawa semakin terasa. Apalagi dalam kehidupan jemaat Kristen Sadrach masih ditemukan beberapa ritual tradisi Jawa.

Perselisihan
Kematian Nyonya Philips menjadi titik balik hubungan orang-orang Belanda dengan Kiai Sadrach. Orang Belanda memandang Sadrach hanya sebagai pembantu keluarga Philips. Seluruh pertambahan jemaat dianggap hasil kerja keras keluarga Philips. Oleh karena itu gereja menuntut hegomoni atas jemaat-jemaat Sadrach. Kematian Nyonya Philips yang menjadi benang penghubung antara orang Kristen Jawa dan Eropa terputus sama sekali.

Beberapa usaha pemulihan kerjasama pun selalu gagal karena pihak Belanda tidak mau memandang Sadrach sederajad dengan mereka. Rasisme menakdirkan Sadrach dengan cara apa pun harus tunduk terhadap gereja Protestan. Adalah Wilhelm, misionaris Belanda yang mau bekerja sama dengan Sadrach. Ia rela "duduk bersama Sadrach" dan mulai memahami keunikan jemaat Sadrach. Di mata jemaat Sadrach, Wilhelm dianggap sebagai pendeta yang membantu Sang Kiai.

Tetapi, di sisi lain, ia terasing dan diabaikan dari komunitas gereja Belanda.Sadrach juga semakin disudutkan dengan berbagai tema dogmatis. Ia dianggap melakukan sinkretisme antara Kristen dan kejawen serta tidak mengerti hakikat ortodoksi kekristenan. Tuduhan yang paling parah lagi adalah Sadrach menganggap dirinya sebagai Ratu Adil. Ia dianggap sebagai Kristus atau konsep Ratu Adil yang akan datang. Gencarnya berbagai isu miring tentang Sadrach membuat NGZV melakukan penyelidikan (tanpa wawancara langsung kepada Sadrach). Pada tahun 1891 dikeluarkan pernyataan bersama para misionaris untuk memisahkan diri dari jemaat Sadrach. Purna sudah hubungan orang-orang Kristen Eropa dengan orang Kristen Jawa.

Berjuang sendiri
Gereja Sadrach pada akhirnya berjalan sendiri. Selama tiga puluh tahun (1894-1924) Sadrach telah berperan menjadi pendeta dan mulai memimpin sakramen perjamuan kudus. Seiring perubahan strategi misi, yaitu dari perkebunan di pedesaan bergeser ke arah pendidikan (sekolah) dan kesehatan (rumah sakit) di perkotaan, jemaat Sadrach pun mulai surut. Sadrach semakin terasing dan secara praktis kembali kepada tradisi kiai, yaitu menjadi guru spiritual, dihormati dan ditakuti namun hidup dengan pengikutnya dalam jagad kecil yang tertutup.

Pada malam 14 November 1924, Sadrach menghembuskan nafas terakhirnya dalam usia 89 tahun. Putra angkatnya, Yotham diangkat sebagai pengganti, namun jemaat semakin melemah sedangkan Yotham tidak memiliki kharisma Sadrach. Jemaat mulai tercerai berai. Ada yang bergabung dengan misi (zending), ada yang tetap mempertahankan semangat mandiri kerasulan. Ada pula yang melebur dengan gereja Katolik. Berakhirlah sepenggal kisah sejarah perjumpaan Jawa dan Eropa yang gagal akibat kekristenan tidak mau mendengar kebudayaan. Betapa pun banyak tuduhan buruk tentang Sadrach, Wilhelm telah meninggalkan catatan tertulis tentang pengakuan Sadrach, "Aku adalah abdi Tuhan Yesus Kristus. Beliau adalah Perantara dan Guruku" .

Membangun Rumah Bagi Tuhan di Jantung Ibukota

Membangun Rumah Bagi Tuhan di Jantung Ibukota
"Salam sejahtera,

Seiring dengan perjalanan kita bersama untuk melihat satu per satu penggenapan dari mimpi yang Tuhan berikan kepada kita, tanpa kita sadari Tuhan sedang melakukan sesuatu yang besar bagi kita, bahkan lebih besar dibandingkan gambaran yang kita lihat sekarang ini. Dari waktu ke waktu, Tuhan secara progresif membawa kita ke tingkatan yang lebih tinggi lagi di mana Dia terus menarik kita untuk mempercayai-Nya untuk hal-hal yang lebih besar lagi. Saya sungguh bergairah dengan potensi-potensi yang ada dan memposisikan diri kami dalam pengharapan yang besar. Melalui proyek pembangunan The Kuningan Place saya percaya akan bangkit generasi-generasi pemimpin muda yang akan membawa dampak di kota-kota di seluruh Indonesia dan juga bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Bersama-sama, bergandengan tangan, kita mewujudkan hal ini - karena bersama dengan Dia, kita dapat memiliki tanah yang dijanjikan-Nya itu. Kuningan Place adalah tempat untuk mewujudkannya. Kami menghargai kemitraan Anda.

Ps. Indri Gautama"

Demikianlah pernyataan gembala dari Gereja Generasi Apostolik, Ibu Indri Gautama yang dikutip dari website Maria Magdalena Ministry. Seorang hamba Tuhan wanita yang sangat brilliant. Sebuah gagasan yang sangat original tentang pendirian sebuah apartemen di jantung ibukota yang representative untuk kehidupan yang memuliakan Tuhan bagi para penghuninya.

Sampai dengan bulan Juni 2007, proses pembangunan The Kuningan Place terus mengalami kemajuan. Sejak tahap awal pelaksanaan Ground Breaking di awal januari tahun ini sampai dengan tanggal 19 februari 2007 pelaksanaan pekerjaan bore piling atau penanaman tiang pancang juga telah berjalan tepat sesuai dengan rencana.

Dalam proses pekerjaan bore piling yang telah dikerjakan selama bulan April yang lalu, pihak manajemen konstruksi yang menangani proyek pembangunan The Kuningan Place juga telah menyelesaikan dua tahap pengujian tarik untuk menguji 173 titik secara keseluruhan, yang masing-masing titiknya mempunyai kedalaman ± 28 meter.

Dua tahap pengujian dilakukan tanggal 11 &18 April, proses pengujiannya yaitu dengan menggunakan beban puncak seberat 440 ton untuk menguji bore pile yang fungsinya adalah sebagai penahan dari 'up lift' tanah. Dan setelah melewati pengawasan yang ketat dari manajemen konstruksi pada setiap tahapannya, akhirnya proses keseluruhan dari pengerjaan bore piling telah selesai pada tanggal 5 April 2007.

Perkembangan selanjutnya yaitu pada sekitar akhir Mei lalu, telah terpilihnya PT.Multikon sebagai kontraktor utama yang akan menangani proyek pembangunan apartemen The Kuningan Place.

Multikon telah menangani sejumlah proyek besar di jakarta seperti Wisma BCA Slipi, Mall Sumarrecon, Serpong dan juga beberapa Hotel di jakarta.

Pada bulan Juni, pembangunan berada pada tahap pembuatan pagar untuk pembatas proyek dan juga penggalian untuk pekerjaan pondasi rough. Selain itu juga sedang dilakukan pembangunan direksi kit untuk kantor Multikon (maincont) dan kantor kontraktor lainnya yang diperkirakan selesai pada pertengahan Juni 2007.

Recent Posts